5setia 2nd Anniversary
Thursday, July 16, 2009Tidak banyak memang postingan yang saya buat namun saya berhasil mengeluarkan pemikiran saya disini, mencoba lebih dewasa sudah saya lakukan dengan Blog ini, dan saya mencoba untuk menulis dengan gaya yang sedikit resmi (-mungkin akan terlihat membosankan-) dengan postingan yang saya harapkan dapat memberi motivasi dan pemahaman hidup pada siapa saja yang membaca. Saya tidak akan merubah gaya menulis saya ini karena saya telah berkomitmen 1 tahun yang lalu untuk menulis artikel-artikel dengan gaya yang lebih resmi. Saya berkomitmen memosting setiap artikel dengan gaya yang lebih resmi dikarenakan saat di tahun 2008 kemarin saya menemukan blog-blog yang saya favoritkan diantaranya blog milik mommy Laurencia Susan, mbak Graticia, blog Bang Bayu Aditya, blog Ryan Ardhi Mergantara yang kerap disapa mbah13, blognya Pratama Adi, blognya mas Wendra Wijaya, blognya mba Winda Candra, blognya mba Lyla, blognya Bunda Rierie, blognya Cena, blognya mba Edaa, blognya bang Daniel Muthe, blognya Mba Elfira Novi, blognya mas Herfiyalis, blognya Roni Pascal,blognya mas Cahpesisiran, blognya mas Fajar Indra, blognya kak Ivana, blognya Ipanks, blognya bang Alief, blognya mas Awan_Clikerz, dan banyak lagi, mereka memosting artikel dengan gaya yang lebih resmi dan saya tertarik untuk mengikuti jejak mereka (dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada kalian semua).
Oke, saya tidak berharap agar postingan yang saya beri judul "5setia 2nd Anniversary" ini membuat mata berair-air tapi saya hanya berharap Blog saya akan tetap eksis walaupun sedikit pengunjung. Untuk sahabat-sahabatku yang memberi saya bantal berlambangkan -S- ini adalah Blog kalian -Miss u all so much-, walaupun tidak ada pengunjung sekalipun, Blog yang saya dedikasikan untuk kalian ini akan tetap saya isi dengan pemikiran saya, karena dengan Blog ini saya akan terus mengingat kalian.
Saya merangkai puisi dari semua kejadian yang saya ingat yang berhubungan dengan kalian dan itu terinspirasi dari judul puisi yang ajenk tulis (-yang masih saya ingat membuat mata saya berair-) saat pelajaran Bahasa Indonesia dan sedikit saya modifikasi (-bahkan berubah total-) 3setia (-namun saya ganti menjadi 5setia-), saya akan mengingat kalian ber-4.
~5setia~
1setia kita bertemu
seyum sapa menghiasi kita
kalian menegurku ketika didepan pintu
aku rindu
2setia kita mengenal
perbincangan akrab mulai terdengar
aku ingat beberapa hal yang membuat kita terlihat sama
aku sedih
3setia kita berteman
tawa dan kebodohan timbul tanpa percuma
kita saling mentertawakan satu sama lain
aku ingat ketika kau menghinaku
aku jengkel
4setia kita bersahabat
tingkah-tingkah konyol tak lagi jadi rahasia
aku masih ingat kebodohan yang kita lakukan
aku tertawa
5setia kita selamanya
mencari cita-cita kita berpisah
aku masih mengingat kalian
aku takkan lupa.
Samarinda, 160709
P.S untuk 5cm/FAJAR (ingat jess ini nama buatanmu*) :
Kalian tahukah aku disini tidak dapat tertawa lepas tanpa pikiran?
Memang terdengar cengeng dan norak tapi ini lah yang aku rasakan, aku merindukan ketika diriku terhipnotis dengan pembicaraan kita sehingga semua beban pikiran kulupakan. Aku berani seperti ini karena di depan kalian aku pernah menangis. Kalian berarti bagiku walau memang kita banyak perbedaan tapi kalian sangat berarti bagiku, sangat (kalian keluarga keduaku ^^,)....
The Fragment of Money Rp.2000,00
Sunday, July 12, 2009
“The publication of this new emissions note was the implementation of the policy of the Indonesian Bank in the field of money circulating that is to satisfy the requirement for money rupiah in the community in the nominal number that was enough, the appropriate fragment kind, right on time and in the appropriate condition was published,” explained Miranda.
This new change was illustrated Prince Antasari (the National Hero from Banjarmasin, South Kalimantan) with the picture of the Dayak Dance (-one of culture in Indonesia-) at the back . This money will be current as the legal payment implement from July 10 2009.
BI in his press release to Malang Post explained, the picture election to this money referred to the design of the note beforehand that had the theme the Nasional Hero. This as the form of the appreciation to the heroes and to join in as well as conserve the nation culture. The new note the fragment Rp.2.000 was dominant grey with the savety element took the form of the sign of illustrated water of Prince Antasari with the security thread that was buried in money paper and be inscribed BI2000 repeatedly that would change be red under ultraviolet rays.
This new fragment note also help the requirement for the tuna netra (-the blind person-) by providing the certain code (blind code) nearby right the face part of money that is taking the form of the long cube box that was printed in an intaglio manner. Moreover, like when spending the new note the fragment Rp 100,000 and Rp 20,000 emissions years 2004, as well as Rp 50,000 and Rp 10,000 emissions years 2005, BI also issued Uncut Banknotes Rp 2,000 (special money that was not yet cut off/continued money) as many as 4,700 sheets with their respective continued money kind contained 2 bilyet, 4 bilyet and 50 bilyet. As the collection object, Uncut Banknotes this usual was spent in various countries as the publication of special money. (in March/malangpost)
Ya!, Aku Menunggu (PART II)
Wednesday, July 8, 2009Aku hanya dapat tersenyum dan mengangguk, yah paling tidak bersikap menghormati. Berpikir semalaman menguras tenagaku juga. Dan baiklah mungkin aku harus mandiri dan memang begitu seharusnya, aku disini hanya menumpang.
"kau mau kemana Hamdani" ibu membuatku sedikit terbangun lagi.
"oh, saya ingin mandi, apakah ada orang di kamar mandi sehingga ibu memanggil saya?"
"tunggu biar ibu memasakkan air ini untuk mu"
"oh tidak perlu bu. Lagian kali ini tidak sedingin kemarin kan bu" aku mencoba untuk tidak merepotkan ibu lagi.
"tidak apa, sebaiknya Hamdani duduk dulu disana sampai air ini mendidih" paksa ibu
Tentu aku tidak boleh angkuh wanita itu lebih tua dariku siapapun dan dari mana asalku aku tidak boleh angkuh, sekali lagi aku hanyalah pendatang. Daguku ku topang dengan tangan, kantuk mulai menggerogotiku dan ini membuat aku sedikit menggerutu kepada air yang sama sekali belum mendidih itu. Andai ada dispenser disini.
"ibu biasa melakukan ini" tanyaku untuk menghilangkan rasa kantukku
"ya, selalu....untuk Darmiwan"
"untuk Darmiwan" dahiku mengkerut dan kerutan itu terlihat jelas.
Aku bingung dan sedikit merasa aneh. Bukankah Darmiwan sedang merantau, lalu untuk Darmiwan siapa ibu memasak air. Entahlah nama Darmiwan bukan anak ibu dan bapak saja yang memiliki seperti Hamdani namaku yang sedikit pasaran di lingkungan pekerjaanku sebagai seorang karyawan Bank Swasta.
"Lalu sekarang Darmiwan dimana" mulutku mulai tidak bisa ku kendalikan akibat otakku yang bertanya-tanya.
"ada...dia ada..." ibu menjawab dengan sedikit ketus.
"oh...." aku menutup pembicaraan ini dengan tanpa banyak tanya.
Aku mencoba berjalan kedepan rumah mencari udara yang mungkin bisa membawa segala pertanyaan yang membuatku bingung menjauh. Kini aku terbuai dengan belaian-belaian angin pagi. Mereka memanjakanku dengan oksigen yang dapat kuhirup sebanyak-banyaknya. Namun tak lama berselang suara seorang wanita terdengar dan itu mengusik para angin. Aku pergi ke sumber suara dan terdapat air yang menguap disana.
"sekarang mandilah...sebelum kamu sakit..." ucap ibu sambil berjalan meninggalkanku.
Ibu terlihat aneh, kemarin beliau begitu bijaksana kurasa tapi sekarang entah aku sendiri tidak mengerti. Beberapa guyuran air hangat membuatku lebih merasa segar, membuatku sedikit melupakan keanehan ibu, dan membuat pikiranku lebih tenang.
"bu,...saya pamit keluar sebentar ya bu" dan aku sedikit membuka tirai kamar ibu dan bapak.
"sudah makan?"
"oohhh.. tidak usah bu, saya buru-buru..biar saya makan diluar saja"
"jangan...kamu harus makan" ibu beranjak dan meletakkan bingkai foto di atas meja riasnya, dia menarik tanganku ke meja makan "makanlah...nanti kamu sakit...ada tempe goreng sambel...kamu pasti suka...makanlah" kata ibu sambil menyendok nasi ke atas piring.
"terima kasih, bu" aku menjawab tanpa penolakan
"maaf" satu kata yang terucap dari mulutku ketika kulit putih itu tampak dari balik pintu.
"tidak apa-apa..begini lah Jakarta...kau pasti terkena macet kan"
Dia dari dulu tidak pernah berubah, selalu menjadi wanita yang sabar. Aku hanya bisa menghela napas sekali.
"Lalu kita mau kemana...aku tidak tahu tempat disini" ajakku sekaligus bertanya
"Lebih baik kau masuk dulu, keringkan bajumu dari keringat itu, tidak perlu terburu-buru" dia menarik tanganku untuk memasuki bagian ruang tamunya. "duduklah...aku akan mengambilkan air untukmu..pasti kau haus"
Rumahnya besar tapi aneh, tidak ada satupun foto terpajang di dinding rumahnya, tidak ada satupun koleksi berbahan kristal yang ku tahu adalah kesukaannya di lemari pajangannya, dan di meja yang sekarang berada tepat di depanku tidak ada vas bunga.
"minumlah....kau masih suka jus jeruk bukan" jarinya yang lentik menyodorkan segelas air berwarna ke hadapanku.
"kau masih ingat?..." tanyaku dengan sedikit tersenyum karena dia masih mengingat kesukaanku. "ini rumah baru mu?" tanyaku
"tidak...aku sudah tinggal disini kurang lebih 1 tahun 5 bulanan lah" jawabnya dengan senyumannya yang khas
"lalu dalam waktu yang cukup lama itu bukankah kau bisa melengkapi koleksimu" ucapku sambil menunjuk lemari pajangannya
"bagaimana kalau kita jalan sekarang aku ada tempat yang menarik" Maya memotong pembicaraan dan berdiri dari tempat duduknya. "ayo... untuk apa hanya melihat begitu saja"
"oh...ayo" jawabku
"bagaimana bagus bukan" kami berhenti dipuncak bukit.
"bagaimana kau bisa menemukan tempat sebagus ini"
"mungkin insting..." jawabnya singkat dengan sedikit senyuman kebebasan, "suka...."
"oh tentu....kau sering kesini"
"sering?...mungkin bisa dibilang demikian...uhuk..uhuk.."
"kau sakit?" tanyaku kawatir
"aku sakit....hey aku wanita yang kuat...dulu yang paling sering absen masuk sekolah karena sakit itu kan kamu...ha..ha..ha..ha" timpalnya seru
"ah...kenapa kau masih mengingat itu" jawabku sedikit malu sambil menurunkan pantatku menyentuh tanah dibawah dan dia mengikutinya
"aku kangen masa lalu... dan ingin ke sana..."
Kami menghabiskan waktu kami di bawah pohon rindang selama seharian. Aku bahagia saat ini karena bisa bersama gadis yang kutunggu cukup lama. Kami terus berbicara dengan sedikit tawa menghiasi, semua kenangan masa lalu terus ia korek sampai sedalam mungkin. Kadang beberapa ucapannya terasa sedikit aneh, tapi tak mengapa mungkin itu luapan emosinya seperti aku kemarin.
"kau tidak lapar....kita hampir seharian disini" tanyaku sediki kawatir karena dia belum mengeluh masalah makanan
"kau ingin makan?" tanyanya balik..."kau harus menunggu 2 jam lagi sampai pukul 18.00, setelah itu kita akan pindah tempat... kau harus melihat warna awan yang indah ketika matahari turun"
"sunset...??" tanyaku singkat
"sunseet??" jawabnya "bukan...hanya melihat awannya saja..." dia tersenyum
Memang awan sore terkadang begitu indah dan menarik perhatian, dan aku yakin pasti memang menarik karena aku tahu selera wanita yang berada di sampingku ini tidak sembarangan. Aku harus menunggu lagi, menunggu adalah hal yang paling kubenci tapi selalu kulakukan, namun untuk sekarang aku tidak mengeluh karena aku mengunggu bersama wanita paling cantik di hatiku setelah ibuku yang sudah dipanggil lebih awal.
"apakah ini yang sering kau lakukan?, setelah dari bukit kau pergi kesini"
"biasanya pinggir jalan lebih nikmat dari restoran berbintang, iyakan?...dulu kau juga berkata seperti itu" dia tidak menjawab pertanyaan ku tapi balik bertanya"nasi goreng disini enak loh...masih menjadi makanan favoritmu kan?"...."mas nasi gorengnya 2 juga ya" teriaknya.
"sepertinya tidak ada yang kau lupakan dari masa lalu" tanyaku, tapi dia hanya tersenyum sambil menunggu pesanannya datang.
"kau kenapa?...kenapa mukamu menjadi tegang" tanyaku kahwatir "apa kau lupa mengunci pintu, tapi sepertinya tidak ada apa-apa dirumahmu"
dia tetap menunjukkan muka tegang dan tidak menjawab "kamu mau kutemani masuk ke rumah...setidaknya untuk memastikan kau baik-baik saja"
"sudah pergilah...!!!, pergi sekarang juga!!!!" dia menjawab dengan nada yang tegas menurutku.
"kenapa?..." tanyaku heran
"kenapa kau harus banyak bertanya sih..!!!...pulang lah kerumah pak satrio-mu itu!!...cepat!!.." jawabnya ketus "cukup untuk hari ini, jangan kau kembali untuk saat ini, aku mohon..." pintanya
"baik....baiklah...aku pulang...sampai jumpa besok...dah" ku akui ucapanku sedikit terbata-bata.
*bersambung
belum baca PART I silahkan klik sini
Ya! Aku Menunggu
Monday, July 6, 2009"mmh...ooh maaf saya sedang melamun tadi"
"Tidak apa bapak, terima kasih telah menggunakan pelayanan kami dan kami harap bapak puas akan pelayanan kami"
"Hei!!"
"uupss, maaf nona saya tidak sengaja"
Sial alamat yang kupegang ini membuat mataku tidak bisa memandang ke arah lain selain ke secarik kertas yang ku genggam erat. Ternyata langkah kaki ku telah sampai di jalan luar Bandara.
"oh ya.. boleh... bisakah bapak mengantarkan saya ke salah satu penginapan disini"
"Tentu, silahkan...ooh biar saya saja yang mengangkat koper bapak... waduh cukup berat juga ya"
Mata saya tidak lepas dari usaha pria separuh baya itu untuk memasukkan koper saya ke dalam bagasi mobilnya. Saya merasa nyaman saat memasuki mobil kijangnya dan saya harap kenyamanan ini tidak akan cepat menghilang. Perbincangan kecil mulai terjadi, mulai dari pertanyaan tentang asal usul saya, umur saya, dan segala hal yang belum termasuk dalam hal-hal pribadi.
"Kalau bisa yang murah saja ya, Pak"
"oohh.. bisa, kebetulan saya mengetahui penginapan yang murah. Kurang lebih 60 km lagi."
Kegugupan kembali memasuki pikiran saya dan saya harap 60 km ini akan segera tertempuh hanya 1 menit saja, tapi itu adalah suatu hal yang mustahil.
"Selamat Datang di Penginapan Sriwedari.."
"Bisakah saya menginap di sini untuk beberapa malam"
"Maaf Bapak saat ini kamar sedang penuh mungkin bapak bisa datang beberapa hari yang akan datang"
Jawaban yang tidak saya harapkan keluar dari mulut wanita secantik recepcionist itu. Huh!.. aku sudah merasa lelah. Dan lagi-lagi pria separuh baya membuka percakapan, tentu maksudnya baik. Tapi mungkin aku harus mempertimbangkannya dulu, bagaimanapun juga dia adalah orang asing bagiku.
"Bagaimana?"
"mmmhh..."
"Tidak apa, walau rumah saya tidak sebesar rumah-rumah di Pondok Indah tapi layak ditempati untuk beberapa hari kok, sampeyan bisa tinggal di rumah saya kalo sampeyan mau"
Karena hari yang sudah mulai menggelap maka kuputuskan untuk menerima ajakannya menginap di rumahnya untuk beberapa hari, minimal 3 hari sampai aku mendapatkan penginapan. Walau sebaik apapun orang itu tentu aku merasa tidak enak karena dia bukan siapa-siapa ku.
"Ayo makan dulu"
"Tidak terima kasih saya masih kenyang untuk sekarang"
"Itu untuk sekarang, namun untuk nanti apakah masih sekenyang sekarang. Ayo tidak apa-apa. Maaf ibu tidak bisa memasak makanan yang lebih enak dari ini"
"akh tidak masalah bagi saya, kesederhanaan kadang lebih enak dari kemewahan" (saya berkata untuk menghilangkan rasa minder sang ibu saat tangan saya ikut tertarik menuju ke meja makan)
Malam yang sederhana di tutup dengan lantunan lagu jawa klasik yang mungkin adalah kesukaan kedua pasangan yang ditinggal merantau anaknya ini. Walau mataku terpejam tapi kegugupanku untuk hari yang belum bisa ku pastikan tidak dapat ikut terpejam, otak ku terus berputar-putar menjelajahi ketidak pastian, apakah akan begini, akan begitu, atau tidak sama sekali. Entah aku sendiri tidak mengetahui kapan otakku berhenti memikirkan ketidak-pastian itu, tapi tiba-tiba saja ada suara orang tua yang memanggilku dan sedikit menggoyang-goyangkan tubuhku.
"Bapak, cukup nyenyak tapi sedikit terganggu dengan beberapa bintang malam"
"ha..ha..ha..ha... maklum rumah kecil jadi begitu lah keadaannya, tidak ada masalah dengan kasur kapuk ini"
"Tidak, sama sekali tidak, saya merasa nyaman, bahkan saya sempat berpikir sepertinya ini lebih baik daripada punya penginapan kemarin"
"ha...ha...ha...sampeyan bisa saja...kasur ini belum pernah diganti, paling di jemur saja biar tidak bau apek, dari Darmiwan kecil sampai besar dia menghabiskan waktu tidurnya disini"
"oh.. ini kamar anak bapak.. saya bisa pastikan anak bapak pasti teliti.. terlihat dari pernak-pernik yang tersusun rapi"
"Ya, Darmiwan tidak mau jika perabotannya kami usik, dia cukup mandiri...oh ya sampeyan tidak mau mandi, ibu baru saja merebuskan air, cuaca cukup dingin tidak seperti biasanya dan alangkah segarnya jika sampeyan mandi dengan air yang hangat"
"oohh terimah kasih pak...."
Saya merasa tidak jauh dari keluarga saya saat ini, kehangatan mereka mengalahkan hangatnya air rebusan ibu. Belum lagi ibu selalu manarikku untuk menghampiri meja makan, mereka tidak terusik dengan kedatangan ku, mereka tidak memperlakukan ku sebagai orang asing.
"Bagaimana?,, hari ini mau kemana?"
"Lebih baik bicara sehabis makan Pak.. biar Hamdani makan dulu..nanti keselek"
Ibu begitu bijaksana, bahkan aku merasakan aura ibu kandung saat beliau menyebutkan namaku. Matahari sepertinya tidak bersahabat seperti kemarin, hari ini begitu terik.
"Pak kita mencari penginapannya nanti saja ya Pak, kita langsung saja ke sini" aku menyodorkan alamat yang membuat tanganku berkeringat itu
"Lah sampeyan ngapain cari penginapan, sduah tinggal aja di rumah bapak"
"aduh Pak saya tidak enak"
"gak apa..wes kita ke tempat itu tu yang ada di alamat situ.."
Ya...kuharap bapak bisa menginjak gas lebih dalam agar perjalanan lebih singkat. Aku tak mau hari ini sia-sia padahal kami masih mempunyai 7 jam sebelum jam 8 malam nanti. Aku sama sekali buta dengan jalanan kota yang besar ini. Entah sekarang ada dimana yang jelas saya melihat air mancur yang cukup besar di tengah jalan. Mobil Kijang yang saya tumpangi stop di depan sebuah rumah. Kupandang nomor rumahnya dengan jelas, dan mataku berpindah memandang ke kertas yang sudah mulai melembab karena terus digenggam dengan telapak tangan yang basah.
"2B...."
"iya ini 2B..."
Lalu apa yang harus ku lakukan, tetap duduk di jok dengan segala kegugupanku atau pergi kembali ke rumah Pak Satrio. Tidak aku terlihat bodoh saat ini, kaki ku seakan-akan terpaku di dalam mobil, aku pusing, pikiranku menerawang kemana-mana, aku berharap terlalu banyak, aku bingung, aku seperti anak kecil yang menunggu ayahnya pulang dari kerja di atas ayunan, bergoyang-goyang tanpa kepastian, seperti perahu kecil yang tidak memiliki kekuatan untuk menahan ombak.
"hei..."
"ah..iya Pak ..kenapa"
"apa yang sampeyan pikirkan, daritadi bapak panggil-panggil kok tidak menyahut"
"anu.................."
Rupanya bapak dari tadi memanggilku sementara otakku tidak merespon suara apapun. Aku hanya sedikit gugup, dan mungkin akan tidak gugup jika aku membuka pintu mobil.
"Pak saya coba ke sana sebentar ya...."
"Ting...tong....ting...tong...ting...tong" sesekali ku mengetuk "tok...tok...tok"
"Siapa?....tunggu sebentar ya..."
Kudengar suara Merdu itu masih seperti dulu halus, dan berirama yang menunjukkan dia bukan wanita sembarangan. Gagang pintu kurasa sedikit berputar. Jantungku sepertinya semakin tidak bersahabat, kecepatannya bertambah dan hampir membuatku mati.
"Ya....."
Rambutnya yang terurai panjang dan terkibas angin membuat kulit putihnya semakin sempurna. Bibirnya yang semerah darah menarik perhatianku lebih. Kuperhatikan tubuhnya yang sintal dari atas kebawah membuat hati ku semakin kacau, kulitnya begitu putih seputih salju. Ya tidak ada yang berubah dari dirinya tahi lalat di lehernya masih seperti dulu hitam dan tidak merusak kecantikannya.
"helllooo.....apa yang kau lihat?"
Sial mungkin dia pikir aku berengsek, maniak, lelaki bejat...sial kenapa aku harus terlihat bodoh saat ini.
"kenapa kau melamun...kita lama tidak jumpa...hei"
Dia memukul pundakku kecil dan hal itu membangunkanku dari alam hayal yang membuatku terlihat bodoh.
"hai.... apa kabar?"
"kau aneh...."
"tidak..."
"kenapa tidak... kau aneh, kenapa kau gugup?"
"aku gugup... tidak mungkin itu perasaan mu"
"aku tahu siapa kau, aku melihat keringat di dahi mu dan dari dulu jika kau keringatan kau selalu gugup...."
"oh ya..."
"itu siapa?"
Dia menunjuk bapak yang kutinggalkan di dalam mobil. Aku malu, aku terlihat bodoh dengan kata-kata yang kuucapkan tadi.
"itu Pak Satrio... aku tinggal di rumahnya saat ini"
"oh ya... kapan kau datang...ayo masuk"
"oh... tidak...mh..maksudku bukan saat ini... kasihan bapak menunggu... setidaknya aku tahu rumahmu...bagaimana besok...kita jalan..."
"panggil saja Pak...Pak...."
"Satrio"
"ya maksud ku itu Pak Satrio...dia boleh masuk...karena kau mempunyai banyak PR...untuk menceritakan aku tentang banyak hal...."
"sepertinya tidak bisa...kasihan bapak sudah tua.... lagian ibu menunggu dirumah..."
"begitu...."
"ya....lalu?"
"lalu?..kenapa kau bertanya padaku?"
"maksudku.. bagaimana tawaranku tadi...besok"
"sebenarnya kau kenapa... kenapa kau icara seperti orang aneh...tidak biasanya...oke tawaranmu aku terima karena begitu banyak pertanyaan ku yang harus kau jawab"
"baiklah aku pulang dulu...."
"hati-hati ya....aku tunggu besok"
Awal yang tidak begitu mengesankan kurasa, semua karena kebodohanku. Kenapa aku harus keringatan, dan harus berbicara seperti orang yang baru belajar bicara. Aku naik ke mobil dan berharap sampai ke rumah untuk mandi dan tidur agar besok aku bisa memperbaiki kebodohanku. Aku senang walau terlihat bodoh tapi aku bisa melihat dia dan dia menerima ajakanku untuk pergi besok.
*bersambung*
Saatnya saya Bergerak
Tuesday, April 21, 2009Manfaatkan segala apa yang kita punya, jangan jadi parasit, menempel pada seseorang yang memiliki hal besar yang tidak akan kita miliki. Sekecil apapun apa yang kita miliki akan sangat berarti jika didedikasikan untuk sekitar kita. Berbeda dengan hal-hal besar yang sulit di bagikan karena keegoisan pemiliknya. Karena "ukurannya" yang besar beberapa orang akan sulit untuk berbagi, berbeda dengan hal yang "berukuran" kecil yang biasanya tidak perlu dipikirkan untuk dibagikan.
Memberi lebih mulia dari pada menerima, semua orang pasti tahu akan hal itu. Tapi mengapa banyak orang yang sulit berbagi. Hal itu karena setiap orang menginginkan hal yang besar terjadi dalam hidupnya, namun sesuatu tidak akan terjadi karena tidak ada perkembangan dalam dirinya. Berbeda dengan orang yang ingin berbagi sesuatu terjadi dan ada pembentukan disana, walau tak nampak seperti udara di sekitar kita tapi itu lebih berarti dari pada pasir di padang gurun yang berlimpah namun tidak berguna sama sekali, tandus, gersang, dan tidak ada kelembapan.
Memang sulit rasanya untuk memilih hal yang besar atau yang kecil, namun jika kita membandingkan hasil yang didapat kita akan dan harus memilih hal kecil mulai sekarang. Fasilitas bukan lah yang terpenting namun dedikasilah yang diharapkan. Dedikasi pada Yang Kuasa, pada keluarga, pada kekasih, pada sahabat, pada teman, pada pendidik, pada sesama, dan pada lingkungan. Saatnya bergerak tanpa meronta-ronta terhadap fasilitas, saatnya bergerak dengan hanya hal kecil ditangan, saatnya bergerak dengan harapan, saatnya bergerak dengan mimpi sesama, saatnya bergerak membawa perubahan. Dan akhirnya kita akan duduk diam dengan kepuasan dan hasil jerih payah kita selama bergerak hanya dengan hal kecil, kita akan terdiam karena melihat hal kecil kita telah berubah menjadi hal yang besar, serta kita akan bahagia selamanya karena dedikasi kita dihargai dengan harga yang hanya diberi Yang Kuasa bukan manusia.
Saya akan bergerak dengan kemampuan saya untuk membantu teman-teman saya menggerakkan BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman. Dengan Hal kecil kita bisa teman-teman.
AppLe Tree
Friday, March 13, 2009
We must alive likes a bar of tree that created to serve. serve every human without hope to served. What ever we think if we only expect tree produces a sweet fruit, oxygen that scattered so much, and water that overflow. But without we realize many people only just want to make a martyr of that trees likes to clean every leaf that scale off even and that make many people hate tree existences in some where. Mortallyer again when does human with pleasure the heart to fell the tree that serve human every moment just for a much money.4 LiLin dan Makna Kehidupan
Saturday, February 21, 2009Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah
percakapan mereka
Yang pertama berkata: “Aku adalah keindahan.” “Namun
manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku
mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Kasih Sayang.” “Sayang aku
tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku,
untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah
Cinta” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”
“Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku
berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang
mencintainya, membenci keluarganya. “
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin
ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan
melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh
apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku
takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat
selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
Akulah "HARAPAN"
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin
Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin
lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah "HARAPAN".
yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita
semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak
tersebut, yang dalam situasi apapun mampu
menghidupkan kembali Keindahan, Kasih Sayang
dan Cinta dengan "HARAPAN"-Nya…
Here I Am
Saturday, February 14, 2009hush at confusion
i am brittle, brittle in emptiness
refract dumb i am sit
wait for crowded incoming
return my heart
so that i shine to break ocean
and back hold my day
LIFE not TRUTH
Tuesday, February 3, 2009Senyap merayap di setiap sudut kehidupan
Bulir-bulir air mata akan tertuai
Senyum itu kini telah memudar
Tawa Lenyap tertelan bersama Liur usang
Canda mengambang dalam kepunahan
dan Marah siap menerima kerapuhan
Semua terganti dengan Tangis sengsara
Tangis akibat kemunafikan
Kemunafikan yang membelah hati nurani
Tangis akibat kenaifan
Kenaifan yang menduakan perasaan
Tangis akibat kemurtadan
murtad kehidupan
Kehidupan yang diharapkan abadi kini menghilang
Mati terkubur bersama api
Api yang mengganas memakan setiap nyawa
membawa penderitaan yang tak diharapkan untuk kekal
Vote For Komodo National Park, Indonesia
Thursday, January 29, 2009
Kembali waktunya telah tiba untuk memberikan suara dalam pemilihan keajaiban dunia bukan buatan manusia dalam New7Wonders. Dan kali ini yang harus kita vote hanyalah Pulau komodo sebagai satu-satunya nominasi asal Indonesia setelah dua nominasi lainnya harus terhapus dari jajaran nominasi yaitu Danau Toba dan Gunung Krakatau. Komodo National Park berada di Group E (forest, national park, nature reserves) dan kita dapat berbangga diri karena Komodo National Park ini berada di posisi kesebelas pada Group dengan nominator terbanyak setelah Group F yang berisi dengan semua keindahan alam yang berhubungan dengan air. Sebelum kita memberikan suara alangkah baiknya kita untuk mengerti dan mengetahui sejarah Pulau Komodo ini.SEJARAH PULAU KOMODO
Sejak dulu di Pulau Komodo, jajaran Kepulauan Flores, Indonesia, telah muncul kisah tentang naga raksasa. Banyak pelaut yang berkisah bahwa naga ini lebih mirip monster yang menakutkan.Ekornya yang besar bisa merubuhkan seekor kerbau hanya dengan satu kibasan. Rahangnya besar dan kuat, hingga mampu menelan seekor babi hutan dalam satu gerakan. Dan dari mulutnya senantiasa menyemburkan api.Kisah ini beredar luas dan sempat menarik perhatian banyak orang. Namun tak pernah ada yang berani mendekati pulau tersebut untuk membuktikannya. Sampai akhirnya pada 1910-an awal, muncul laporan dari gugus satuan tempur armada kapal Belanda yang bermarkas di Flores tentang makhluk misterius yang diduga “naga” mendiami sebuah pulau kecil di wilayah Kepulauan Sunda Lesser (sekarang jajaran Kepulauan Flores, Nusa Tenggara).Para pelaut militer Belanda tersebut memberi laporan bahwa makhluk tersebut kemungkinan berukuran sampai tujuh meter panjangnya, dengan tubuh raksasa dan mulut yang senantiasa menyemburkan api. Letnan Steyn van Hensbroek, seorang pejabat Administrasi Kolonial Belanda di kawasan Flores mendengar laporan ini dan kisah-kisah yang melingkupi Pulau Komodo. Ia pun merencanakan perjalanan ke Pulau Komodo.Setelah mempersenjatai diri dan membawa satu regu tentara terlatih, ia mendarat di pulau tersebut. Setelah beberapa hari di pulau itu, Hensbroek berhasil membunuh satu spesies aneh itu.Ia membawanya ke markas dan dilakukan pengukuran panjang hasil buruannya itu dengan panjang kira-kira 2,1 meter. Bentuknya sangat mirip kadal. Satwa itu kemudian dipotret (didokumentasikan) oleh Peter A Ouwens, Direktur Zoological Museum and Botanical Gardens Bogor, Jawa. Inilah dokumentasi pertama tentang komodo.Ouwens tertarik dengan temuan satwa aneh tersebut. Ia kemudian merekrut seorang pemburu lihai untuk menangkap spesimen untuknya. Sang pemburu berhasil membunuh dua ekor komodo yang berukuran 3,1 meter dan 3,35 meter, plus menangkap dua anakan, masing-masing berukuran di bawah satu meter.Berdasarkan tangkapan sang pemburu ini, Ouwens melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa komodo bukanlah naga penyembur api, melainkan termasuk jenis kadal monitor (monitor lizard) di kelas reptilia.Hasil penelitiannya ini kemudian dipublikasikan pada koran terbitan tahun 1912. Dalam pemberitaan itu, Ouwens memberi saran nama pada kadal raksasa itu Varanus komodoensis sebagai pengganti julukan Komodo Dragon (Naga Komodo).Sadar arti penting komodo sebagai satwa langka, Pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan proteksi terhadap komodo dan Pulau Komodo pada 1915. Jadilah kawasan itu sebagai wilayah konservasi komodo.Temuan komodo sebagai legenda naga yang hidup, memancing rasa ingin tahu dunia internasional. Beberapa ekspedisi ilmiah dari berbagai negara secara bergilir melakukan penelitian di Pulau Komodo.
- Hewan Prasejarah yang Bertahan
- Misteri Pulau Komodo
- Penghuni Pulau Komodo

- Letak Taman Nasional Komodo
Selain satwa khas Komodo, terdapat rusa (Cervus timorensis floresiensis), babi hutan (Sus scrofa), ajag (Cuon alpinus javanicus), kuda liar (Equus qaballus), kerbau liar (Bubalus bubalis); 2 jenis penyu, 10 jenis lumba-lumba, 6 jenis paus dan duyung yang sering terlihat di perairan laut Taman Nasional Komodo.
Loh Liang. Pintu masuk utama untuk kegiatan pengamatan satwa liar pada hutan musim yang dibatasi oleh pantai pasir putih dan wisata budaya.
Pulau Lasa, Pantai Merah, Loh Bo dan Sebita. Menyelam dan snorkeling dengan fasilitas dive shop dan glass bottom boat.
Banu Nggulung. Pengamatan satwa.
My Wings, My Hope
Friday, January 23, 2009when I choose silent, i get the Calm
when I Run, I feel Free
But...
I Fall down and my body sick
and finally I know
I dont feel Fully freedom
I dont want only have two foots
foot for walk
foot for run
Foot for jump cheerful
Foot to make melody in the earth
But
I want have a wings
two wings that could Appointed me
appointed me until i fly
Fly in the air
As High As Possible in the air
to calm my heart,
peace my soul
I want fly
fly to leave you are
and This earth too
your Stood place
the Space of the contemptible person, dirty human, and Naive people
Let I fly
fly together peaceful
yes peaceful... lasting peaceful
Mr. OBAMA : "Enormous Challenges Will Not Be Solved Quickly"
Sunday, January 18, 2009
WASHINGTON — Buoyed all day by thousands of cheering onlookers, President-elect Barack Obama brought his whistle-stop journey to the nation's capital Saturday to kick off a weekend of festivities before his inauguration as the 44th U.S. president.The "Obama Express" carrying the 47
-year-old former Illinois senator pulled into Union Station at nightfall, ending a day-long 137-mile trip from Philadelphia along the same route that Abraham Lincoln traveled before his own inauguration 147 years ago.
The train, carrying Obama, his wife, Michelle, and their daughters, Malia and Sasha, left Saturday morning from Philadelphia's historic 30th Street Station, and made a stop in Wilmington, Del., to pick up Vice President-elect Joe Biden and his wife, Jill.
It also stopped in Baltimore, where Obama spoke to a crowd that Deputy Fire Chief Raymond O'Brocki estimated at 40,000 people.
Obama, who trumpeted a call for "change" throughout his campaign, called on Americans to have patience and perseverance in the face of economic challenges.
"Let's make sure this election is not the end of what we do to change America, but the beginning," he told a crowd bundled up against the bitter cold.
Many African-Americans among the crowd wept as Obama, who will become the nation's first black president, addressed the audience.
As in Philadelphia, the Democrat referred to the founding fathers who overcame great difficulties in giving birth to a new nation.
"The trials we face are very different now, but severe in their own right," he said, noting the challenge of an economic crisis and two wars. "Only a handful of times in our history has a generation been confronted with challenges so vast. "
"And yet while our problems may be new, what is required to overcome them is not," Obama said. "What is required is the same perseverance and idealism that those first patriots displayed."
He call for a "new declaration of independence, not just in our nation, but in our own lives — from ideology and small thinking, prejudice and bigotry — an appeal not to our easy instincts but to our better angels."
However, the president-elect warned that the enormous challenges will not be solved quickly and that there will be "false starts, and setbacks, frustrations and disappointments. In a journey reminiscent of Abraham Lincoln's train trip along the same route before his inauguration 147 years ago, the train set off from historic 30th Street Station in Philadelphia.
As it slowed in Claymont, Del., crowds bundled up against the bitter cold, cheered as Obama — smiling broadly — waved from an open-air, back platform decorated in red, white and blue bunting.
Likewise, crowds jammed into the small station in Edgewood, Md., shouted "yes, we can" as train moved slowly past, with Obama and Biden waving from the last car.
Obama's stop in Baltimore was the longest of the daylong trip.
The president-elect and his family rode in style aboard a chartered 1930 Pullman train decked out with brass lamps, a bedroom and dining room. The plush, privately owned car has been used in many presidential campaigns, including by George H.W. Bush in 1992.
On board were special guests, including former Army officer Matt Kuntz of Helena, Mont., who began promoting better mental health services and screening for soldiers returning from Iraq after his stepbrother committed suicide; Case Western Reserve University history professor Lisa Hazirjian, who worked for the campaign recruiting gay and lesbian volunteers in Ohio and Pennsylvania; and Lilly Ledbetter of Jacksonville, Ala., who sued Goodyear Tire & Rubber Co., for sex discrimination.
While the train replicated part of Lincoln's pre-White House railroad journey to Washington from Illinois in 1861, and security was high, the Obama trip was absent the emotions that raged in the country in the lead up to the Civil War.
The fears of a possible assassination plot against the incoming 14th president were so high that Lincoln eventually agreed to change his plans and travel the last leg through Baltimore incognito and on a different train to the capital. The only major problems thus far for the Obama inaugural events is a forecast of freezing temperatures for Tuesday's ceremony and the expected crush of visitors to the nation's capital.
Somewhere between 1 million and 2 million people are expected to make their way to Washington for the swearing-in ceremony and inaugural parade. Some 240,000 tickets have been issued for the festivities at the Capitol, with 28,000 seats.
On Sunday, Obama will attend a star-studded concert at the Lincoln Memorial, and on Tuesday, he will be sworn into office with his hand on Lincoln's Bible.
In his weekly Saturday radio and Internet address, Obama said his inauguration Tuesday is a rite of passage that the country marks every four years as a testament to its democratic ideals. He cautioned that its tradition should not be taken for granted.
"We must remember that our nation was founded at a time of kings and queens, and even today billions of people around the world cannot imagine their leaders giving up power without strife or bloodshed," Obama said.
He noted that peaceful transfers between U.S. presidents have come regardless of circumstance.
"Inaugurations have taken place during times of war and peace, in depression and prosperity," Obama said. "Our democracy has undergone many changes, and our people have taken many steps in pursuit of a more perfect union. What has always endured is this peaceful and orderly transition of power. While the inauguration ceremonies are taking center stage, the Obama team is also moving along on the governing track. On Friday, the Senate agreed to give him access to the second half of last fall's $700 billion financial industry bailout and House Democrats unveiled an $825 billion stimulus package.
One of the largest bills ever to make its way through Congress, it calls for federal spending of roughly $550 billion and tax cuts of $275 billion over the next two years to revive the sickly economy. It also focuses heavily on energy, education, health care and jobs-producing highway construction.
Seeking to counter critics' claims of excessive spending and too few tax cuts, Obama cast the package as necessary to create long-lasting, well-paying jobs in industries such as alternative energy, and help hard-hit industrial states such as Ohio now and in the future.
Also Friday, two U.S. officials said Obama was preparing to prohibit the use of waterboarding and harsh interrogation techniques by ordering the CIA to follow military rules for questioning prisoners.
The proposal Obama is considering would require all CIA interrogators to follow conduct outlined in the U.S. Army Field Manual, the officials said. The plans would also have the effect of shutting down secret "black site" prisons around the world, they said.
The new rules would abandon a part of outgoing President George W. Bush's counterterrorism policy that has been condemned internationally.
I'm BACK
Thursday, January 15, 2009But i just wanna say sorry because now i cant make some post.
SULITNYA KU MEMAHAMI AKU (versi puisi)
Thursday, October 2, 2008ku menangis
tapi aku tersenyum
tersenyum karena tak dapat mengekspersikan tangisku
ku Tertawa
tapi ku menagis
menangis sejadi-jadinya
ku bermimpi
tapi mimpi itu pergi
pergi dan tak dapat ku raih kembali
ku berharap
tapi selalu jatuh
jatuh dan tak berani berharap lagi
ku ketakutan
tapi tak dapat ku teriak
teriak agar takutku menghilang
ku berlari
tapi berat ku melangkahkan kaki
melangkah untuk lebih baik
ku meminta
tapi tak terpenuhi
tak terpenuhi karena bukan aku yang terpilih
hancurkan saja aku
buat apa ku berbuat
kalau aku terluka
buat apa ku berbicara
kalau semua itu terpaksa
buat apa ku memilih
kalau aku bodoh
buat apa ku bermimpi
kalau mimpi itu hanya membuatku pedih
kau boleh tertawa
tertawa melihat ku menangis
kau boleh menggunjingku
menggunjing karena ku terombang-ambing perasaanku
tapi bukankah kau dan aku satu
sebuah jiwa yang merasa dipermainkan oleh dunia dan kehidupan
sampai kapan kita begini
sampai kapan ini berakhir
sampai kapan kita tidak berani menghadapi dunia dan kehidupan ini
sampai kapan kita akan menangis
sampai kapan kita tidak dapat berkata jujur pada hidup dan dunia
sampai kapan kita akan berjalan pada jalan yang bukan pilihan kita
aku hanya dapat menjawab entah
karena esok semua akan terjadi
kita akan sendiri
kau akan menangis ketakutan seperti aku
karena esok kita akan sendiri
menikmati kesunyian,dan kebiadaban dunia dan hidup
sehingga jiwa ini benar-benar satu
ya....!!!
menjadi jiwa pecundang
pecundang....
pecundang yang pantas ditertawakan
ditertawakan dunia
Karena Kita Kayak Kopi
Wednesday, September 24, 2008
Pagi itu ketika ku mencium harumnya aroma kopi itu aku merasa ada sesuatu yang menarik dibalik hitam pekatnya warna KOPI itu. Kutuang air yang masih mengeluarkan uapnya agar dapat kumenikmati kopi asli pedesaan itu. Tanpa menggunakan gula putih kucoba merasakan rasa asli kopi itu. PAHIT sepahit hidup yang pernah kujalani dulu, saat kuterjatuh dalam kegagalan yang masih belum bisa kuterima. Kutaburkan beberapa sendok makan gula agar ia dapat menetralisirkan rasa PAHIT itu, atau menguranginya saja kalau tidak bisa menetralisirkan karena ku tahu PAHIT adalah bagian utama dari KOPIyang tidak bisa dipisahakan begitu saja. Sama halnya saat kalian dan teman - teman tempatku berbagi "menaburkan" kata - kata yang menyemangatiku, juga mendorong aku agar dapt maju tanpa harus menoleh kebelakang lagi.uupss i wanna say thanks to my luv mommy in blog BUNDA RIERIE , my eldest brother in blog world BANG BAYU,my friend in blog GELLY, RYAN (mbah13), IPANKS..
Thanks for the award but i will show it after this post...(tes - tes nulis inggris setelah belajar ma BANG BAYU, kalo salah maap..... akh malu aku!!!! sumpah malu banget)
(akh ngapain malu,, kalo malu terus tidak akan pernah berkembang... ngeram aja sampe jelek)
Gambar saya ambil Di Sini
INVESTASI yang sudah TIDAK BERHARGA
Thursday, September 18, 2008Pernahkah kita berpikir semua organ tubuh kita ini adalah investasi yang sangat - sangat berharga, bahkan tidak dapat dinilai harganya karena begitu besar harganya.

Kasus pembagian zakat yang memakan korban, kasus penjualan organ tubuh manusia, kasus salah tembak yang hanya dibayar dengan kata maaf, kasus pembunuhan berantai oleh Ryan, kasus penjualan daging sampah, kasus silikon membawa kematian, etc. Semua itu membuktikan kalau tubuh manusia sudah tidak berharga lagi. Demi uang 30 ribu manusia rela memberi nyawanya (walau itu bukan disengaja), demia uang ratusan juta rupiah (entah kurang atau lebih) manusia rela menjual organ tubuhnya, akibat ego manusia korban salah tembak hanya dibebaskan uang pengobatan, sedikit uang dan kata maaf, demi uang menusia rela meracuni manusia lain, dan akibat ketidakpuasan (tidak bersyukur) manusia rela mempermak tubuhnya.
Sama sekali tidak berharga tubuh kita beserta organ - organnya dimata manusia lain.
oopss hampir lupa!!!
mau say thanks nih sama mbak Else dan Acy atas awardnya.
when we are sad,
and to have fun with us when we are glad.
We need friends to give us good advice,
We need someone we can count on,
and treat us nice.
We need friends to remember us
one we have passed
sharing memories that will always last.
We need friends for many reasons,
all throughout the season.

Eit... Thanks allot lagi ya.... so much
dO It LikE a dUck
Saturday, September 13, 2008
DO IT LIKE A DUCK. Pernahkah kita mengambil perinsip dari kehidupan seekor bebek?. Jarang orang - orang mengambil hikmah dari kisah hidup seekor bebek. Padahal cara hidup seekor bebek yang termasuk dalam kategori pekerja keras namun santai dapat kita contoh."DUCK IN THE LAND, DUCK IN THE WATER" , apa urusannya hidup kita dengan seekor bintang yang lebih sering bermain di lumpur sawah?. Tanpa kita sadari BEBEK adalah hewan yang paling bahagia. BEBEK dapat berlari di daratan dengan lincahnya dan juga dapat bersenda gurau di atas permukaan air. Namun meski ia mampu bercengkrama dengan bebasnya di atas tanah, hanya di atas airlah dia dapat bebas seperti elang di udara. Layaknya "DUCK IN THE LAND" begitulah kehidupan manusia, yang berkerja keras, berkorban, penuh semangat dalam setiap perjuangannya. Namun tidak sanggup melawan semua yang seharusnya mereka lawan seperti saat BEBEK yang sedang digiring pemiliknya menuju ke kandang. Dan semua pekerjaan keras yang disertai dengan penderitaan terus dilakukan selama bertahun - tahun.
dari cara dia berenang di sebuah telaga. Dengan begitu marilah kita bekerja layaknya
BEBEK berenang melaju dengan tenang dan cantiknya, tanpa membuat permukaan air menjadi berkecipak dan berisik. BEBEK pun tak perlu membuat sekujur tubuhnya basah kuyup atau merusakkan bulu-bulunya. Namun tentu kita tahu setiap kali BEBEK berenang di sebuah telaga ia selalu menambah keindahan pemandangan di sana. Tapi tahukah kita kalau saat BEBEK melukiskan keindahan alam sebenarnya di bawah permukaan air sepasang kaki sedang bekerja keras tanpa ingin dilihat penikmatnya. Mengapa kita tidak mencontoh "DUCK IN THE WATER", mengapa harus menjadi "DUCK IN THE LAND" yang bekerja keras tapi selalu diakhiri dengan kepamrihan.
Labirin Beton
Friday, September 12, 2008
edua kakak - beradik itu memutar jeruji - jeruji sepda modern itu. Membelah hitamnya jalanan yang masih basah kedua kakak - beradik itu pergi tanpa arah yang jelas namun memiliki tujuan dan harapan demi hari esok. Berjalan tanpa ditemani cahaya lampu jalan mereka terus optimis."Iya aku tahu, tapi kita tidak bisa keluar saat ini".
Apakabar INDONESIA di N7W ??
Tuesday, September 9, 2008
|
| 69. |
| ![]() | Krakatau, Volcanic Islands | INDONESIA - Asia | ||
| 70. |
| ![]() | Lake Toba | INDONESIA - Asia |
| 74. |
| ![]() | Komodo National Park | INDONESIA - Asia |
Arti dari Titik Warna di Samping nama Negara:
![]() | This nominee is officially supported. It is eligible to be selected as a finalist. Click on the nominee to find out more. |
![]() | This nominee is not yet officially supported. WITHOUT AN OFFICIAL SUPPORTING COMMITTEE IT WILL BE ELIMINATED FROM THE FINALIST SELECTION. Click on the nominee to find out more. |
![]() | This is a multi-national nominee that needs all countries to officially support it. WITHOUT AN OFFICIAL SUPPORTING COMMITTEE FROM EACH COUNTRY IT MAY BE ELIMINATED FROM THE FINALIST SELECTION. Click on the nominee to find out more. |
![]() | This nominee is pending its official support. THERE ARE REQUIREMENTS AND CRITERIA MISSING, AND UNLESS THESE ARE RESOLVED IT WILL BE ELIMINATED FROM THE FINALIST SELECTION. Click on the nominee to find out more |
Walaupun terlihat peringkat indonesia naik ternyata dari peringkat dahulu saat posting ini belum saya edit peringkat indonesia turun loh.... masih ingat kah kalian kalau dulu peringkat negara kita ini berada di kepala 66 an....
Walau saya sudah berkali - kali memposting tentang new7wonders ini tapi masih banyak teman - teman blogger yang belum tahu apa sebenarnya N7W itu sendiri.
Alangkah baiknya jika sebelum kita melakukan suatu hal (dalam hal ini) memvoting kita mengetahui apa sebenarnya N7W itu sendiri.Jadi silahkan Baca disini dan mempelajarinya.
Ayo buat Email banyak - banyak dan Vote Indonesia yang banyak juga.
Sumber : http://www.new7wonders.com/
Tentang Award Pertama
Monday, September 8, 2008Tidak menyangka dan memang sedikit berharap mendapatkan. Apalagi Awardnya berkelas seperti ini.
Terima kasih Bund sudah mau menitipkan Award ini di Blog super cupuku.. Sekarang akan saya titip kemana ya Award ini
Bingung juga sih
dengan peraturan yang seperti
1) Put the logo on your blog.
2) Add a link to the person who awarded you.
3) Nominate at least 7 other blogs.
4) Add links to those blogs on yours.
5) Leave a message for your nominees on their blogs
ini membuat saya tambah bingung
ok.. menjadi sesorang yang hebat adalah orang yang mau berusah dan konsisten
dan akhirnya saya titipkan Award ini kepada
My BroMy Fren
Penopangku
Thax Lott buat kalian semua buat selama ini
(Saya berikan Award ini ke mereka bukan karena dekat sama mereka tapi karena saya lihat Blog mereka memang berkualitas,memiliki info seru, sarat akan inspirasi.. bukan sembarang postingan yang menggunakan bahasa asal - asalan)
Hadiah as Award buat mereka sudah saya berikan,,
Sekarang buat the real malaikat suciku,,
Apa yang harus kupersembahkan,
Walau sulit untuk membalas semua jasanya tapi saya akan mencoba dan akan berusaha memberikan IP : 4,00... amin,, amin...
Doakan saya
SULITNYA KU MEMAHAMI AKU
Friday, September 5, 2008Doa begitu banyak mereka kirimkan kepada Dia untuk kesuksesan ku. Tapi tidak begitu dengan aku, yang terus berharap agar menerima kegagalan itu.
Bodoh!!!,, mungkin itu yang akan kalian, dan mereka katakan kepadaku,,
oke aku terima itu, karena memang aku bodoh,,,
tapi menjalaninya bukanlah harapanku,, kalian mau bilang apa,,Saat - saat aku mengetahui kalau jalanku tertutup oleh bebatuan yang tidak bisa dipindahkan lagi aku tidak menyalahkan siapa - siapa termasuk Dia penentu jalan kehidupan,,
Tapi aku merasa lain,, merasa suatu perasaan yang baru ku rasakan,, ketegaran kupaksakan saat itu,,, sangat terasa kalau aku memaksakannya,,
Entah apa yang terjadi saat aku memberitahu wanita yang menjadi malaikatku dirumah,, getir penyesalan dan rasa bersalah muncul dan menghantui aku,, seolah - olah dia yang menguasai perassan ku..
Tapi rasa itu kembali saat malaikat suci ku itu membesarkan hati ku,, padahal aklu tahu ssebenarnya dia sedih atas kekalahan iblis kecilnya ini...
Pedih aku rasakan,, tetapi tetap kutanamkan kata ini bukan saatnya pada diriku,, agar aku tahu kalau masih ada cabang jalan di samping jalan yang tertutup batu itu,,
Tapi tetap saya aku tidak terima,,, aneh!!!,, aku yang mengharapkan kekalahan ini menjadi tidak terima dengan harapanku yang menjadi nyata itu...
Sempat terbesit untuk menyalahkan Dia,, tapi berusaha segera aku hilangkan dari benakku,,,
Namun itu tidak lama,, rasa menyalahkan itu mulai merong-rong sel - sel tubuhku,,
dengan seketika pun aku menyalahkan Dia..
Kenapa Aku kalah padahal mama sudah banyak berkorban demi aku..
Tanpa ada jawaban dari diri-Nya, Dia menuntun aku untuk mencicipi rasa menjadi pejuang kesehatan...
yagh.. tempat dimana aq mengakhiri pencarian ilmuku,,
Kembali aku merasa bimbang,, ini merupakan pilihanku sehingga membuat aku berharap kalah,, tapi aku tidak merasakan jiwaku didalamnya,, semua kegiatannya aku ikuti,, samapai tiba waktunya aku menjadi seorang pemimpin disana,,
Namun penuh kebohongan disana,, aku menjadi orang munafik,,
Aku berani berpendapat disana seolah - olah memang mempunyai ambisi menjadi seorang pejuang kesehatan,, semua itu palsu..
Entah apa yang terjadi padaku,,
Kini berubah menjadi penyesalan mengapa aku Berharap semua itu..
Keanehan kembali terjadi pada diriku,, aku menerima kegagalan ini saat sharing bersama teman seperjuangan ku yang sama dengan ku terjatuh dalam kekalahan..
Tapi kembali saat ini aku merasa kalau Tuhan tidak adil,, Kenapa aku bisa kalah sedangkan ada orang dibawahku bisa melanjutkan perjalanannya yang saya katakan sebagai perjalanan kesuksesan..
Dan asal kalian tau kalau hal ini bukan terjadi sekali saja tapi hal ini sudah terjadi 5 kali dalam kehidupan saya,,
saya sharing, menerima keadaan, melihat hal yang berhubungan dengan itu saya kembali tidak terima,, begitu terus sampai sekarang..
Aku pun kembali mengalami pertikaian dengan batin sendiri.
Merasa kalau memang Dia tidak berpihak denganku karena segala dosaku yang mungkin tidak akan pernah terlunasi oleh segala pertobatan...
Aku mulai bertanya - tanya adakah salah dengan diriku dari segi pisikologiku,,
Sku tahu hal ini adalah suatu perbuatan yang sebenarya tidak perlu aku lakukan, pikirkan, dan teruskan dalam kehidupanku..
Tapi sulit, sulit kurasa untuk melepaskan kekalahan yang kuinginkan yang ternyata tidak kuharapkan..
Segala hala sudah kucoba untuk melupakannya.
Yang ku tahu hanyalah aku adalah seseorang yang bodoh, yang sama sekali tidak pernah mampu berpikir panjang, yang sama sekali tidak bisa mengambil hikmah dari apa yang terjadi, dan kini aku menjadi orang yang munafik..
Hanya itu yang ku tahu tanpa dapat merubah semua pemikiranku..
Menjadi orang yang munafik yang mempunyai pemikiran yang sesungguhnya hanyalah kamuflase,, dan aku membenci itu..
Terserah kalian mau mengatakan aku apa?? tapi ini lah aku,, makhluk paling bodoh yang munafik tanpa memikirkan semua orang yang sudah menopang aku.
Rival Tangisan Lupita
Tuesday, August 26, 2008Judulnya : ...
Di jadikan budak nafsu mereka.
demi anak-anaknya.
Ini Rival dari Tangisan Lupita,,
Tangisan Lupita
Monday, August 25, 2008Gadis yang berdiri di sana
Berbalutkan kimono sutra
Taukah kalian?
Dia menangis,
Dia hanya korban dari jaman,
Ingin rasanya dia untuk memberontak, dan berteriak,
Original karya aku,, puisi ini saya buat waktu SMA sebagai tugas materi PUISI, terinspirasi dari ending song-nya kartun conan yang memakai model anak kecil berkimono mengejar bola dan memories of geisha





























